Bunga Mawar yang mulai menguncup dan sebentar lagi akan mekar harus rela
gugur karena sang pagar Tumbang menindihnya. Sungguh malang nasib sang
mawar. Ia menikmati akan apa yang terjadi di masa lalu. Ia sendiripun
rela untuk ditindih, tidak mau menghindar meski ia sadar bahwa sebentar
lagi sang pagar akan roboh.
Sore tadi sahabat saya datang ke rumah sekedar mampir karena telah
lama tidak pernah main ke rumah. Setelah ngobrol , ia
bercerita tentang kejadian yang terjadi beberapa hari lalu. Seorang
pelajar SMA di salah satu SMA terkenal di kota Ancol Viss kedapatan
menyimpan gambar diri dan pacarnya di dalam HPnya. Gambar-gambar
tersebut menunjukan adegan panas dengan berbagai macam pose.
Usut punya usut, menurut cerita teman saya, gambar tersebut sengaja
disimpan karena mereka berdua memang pacaran. Celakanya pelajar belia
tersebut baru saja menjadi siswi SMA, sementara pasangannya adalah
seorang guru yang bertugas di daerah pedalaman. Mereka bertemu karena
guru tersebut punya hubungan baik dengan orang tua si siswi tersebut.
Mendengar cerita kawan di atas, pikiran saya menerawang jauh...
membayangkan suatu tempat yang sejuk, yang ditumbuhi dengan pohon-pohon
hijau nan rindang. Tanah landai yang ditumbuhi rumput jepang seperti
permadani hijau sehingga menggoda untuk berbaring. Suatu tempat dimana Adam dan Hawa pertama kali bertemu.
Mereka berdua telah diingatkan oleh Sang Pencipta untuk tidak
bermai-main di daerah yang dilarang tersebut. Tapi mereka berdua nekad
karena menemukan asyiknya bertualang di daerah terlarang itu. Setiap
kali ada kesempatan Adam dan Hawa bertemu di sana. Dan dalam pertemuan-pertemuan mereka, Hawa selau membawakan buah ranun miliknya untuk boku Adam, demikian juga Adam, selalu menawarkan buah ranun miliknya.
Hingga suatu saat tanpa disadari, mereka diawasi oleh ujud seekor Kucing Cumil. Kucing ini menyelinap di sela-sela rumput mencari lubang
jalan untuk menuju ke sorga. Seekor kucing yang telah mencuri ilmu
pengetahuan tentang yang baik dan jahat sekaligus mengerti tentang
proses penciptaan di sorga, dan....
Saya tersadar dari lamunan saat kawan saya pamitan pulang... Sambil
beranjak dan senyam-senyum ia bertanya, "Lagi ngelamunin adegan siswi
dan guru itu ya?"
"Enggak kok, seharusnya taman itu dipagari dengan pagar yang tidak
mudah roboh, alias kuat. Kalau pagarnya tidak kuat ya percuma donk
memelihara taman," jawabku sekenanya.
