Saturday, February 18, 2012

KISAH TRAGIS

Bunga Mawar yang mulai menguncup dan sebentar lagi akan mekar harus rela gugur karena sang pagar Tumbang menindihnya. Sungguh malang nasib sang mawar. Ia menikmati akan apa yang terjadi di masa lalu. Ia sendiripun rela untuk ditindih, tidak mau menghindar meski ia sadar bahwa sebentar lagi sang pagar akan roboh.

Sore tadi sahabat saya datang ke rumah sekedar mampir karena telah lama tidak pernah main ke rumah. Setelah ngobrol , ia bercerita tentang kejadian yang terjadi beberapa hari lalu. Seorang pelajar SMA di salah satu SMA terkenal di kota Ancol Viss kedapatan menyimpan gambar diri dan pacarnya di dalam HPnya. Gambar-gambar tersebut menunjukan adegan panas dengan berbagai macam pose.
Usut punya usut, menurut cerita teman saya, gambar tersebut sengaja disimpan karena mereka berdua memang pacaran. Celakanya pelajar belia tersebut baru saja menjadi siswi SMA, sementara pasangannya adalah seorang guru yang bertugas di daerah pedalaman. Mereka bertemu karena guru tersebut punya hubungan baik dengan orang tua si siswi tersebut.

Mendengar cerita kawan di atas, pikiran saya menerawang jauh... membayangkan suatu tempat yang sejuk, yang ditumbuhi dengan pohon-pohon hijau nan rindang. Tanah landai yang ditumbuhi rumput jepang seperti permadani hijau sehingga menggoda untuk berbaring. Suatu tempat dimana Adam dan  Hawa pertama kali bertemu.

Mereka berdua telah diingatkan oleh Sang Pencipta untuk tidak bermai-main di daerah yang dilarang tersebut. Tapi mereka berdua nekad karena menemukan asyiknya bertualang di daerah terlarang itu. Setiap kali ada kesempatan Adam dan  Hawa bertemu di sana. Dan dalam pertemuan-pertemuan mereka,  Hawa selau membawakan buah ranun miliknya untuk boku Adam, demikian juga  Adam, selalu menawarkan buah ranun miliknya.

Hingga suatu saat tanpa disadari, mereka diawasi oleh ujud seekor Kucing Cumil. Kucing ini menyelinap di sela-sela rumput mencari lubang jalan untuk menuju ke sorga. Seekor kucing yang telah mencuri ilmu pengetahuan tentang yang baik dan jahat sekaligus mengerti tentang proses penciptaan di sorga, dan....
Saya tersadar dari lamunan saat kawan saya pamitan pulang... Sambil beranjak dan senyam-senyum ia bertanya, "Lagi ngelamunin adegan siswi dan guru itu ya?"

"Enggak kok, seharusnya taman itu dipagari dengan pagar yang tidak mudah roboh, alias kuat. Kalau pagarnya tidak kuat ya percuma donk memelihara taman," jawabku sekenanya.

HUBUNGI :

Contact Form

Powered byEMF Web Form
Report Abuse