5. John Nash
4. Vincent van Gogh (1853 - 1890)
3. Edgar Allan Poe (1809 - 1849)
2. Ludwig van Beethoven (1770 - 1827)
1. Sir Isaac Newton (1642 - 1727)
Pemenang
penghargaan film "A Beautiful Mind" mempopulerkan cerita tentang John
Nash. Nash adalah seorang matematikawan terkenal di dunia yang berjuang
dengan skizofrenia paranoid setelah datang dengan kontribusi yang
signifikan pada konsep "game theory". Ide dari "Nash Equilibrium," yang
membahas apakah para pemain dalam sebuah permainan bisa mendapatkan
keuntungan jika salah satu dari mereka perubahan strategi, dapat
diterapkan pada berbagai bidang, termasuk ekonomi. Militer AS bahkan
telah mengadopsi berbagai teknik dari idenya pada Perang Dingin

Walaupun
film (berdasarkan biografi Sylvia Nasar dengan nama yang sama) bebas
bercerita tentang kehidupan Nash, dia mengalami halusinasi dan delusi.
Halusinasi nya termasuk mendengar suara-suara, tetapi tidak melihat
orang-orang atau hal-hal yang tidak ada di sana. Dia mulai memiliki
delusi keagungan dan percaya bahwa dia akan termasuk dalam tokoh-tokoh
dunia [sumber: PBS]. Setelah menghabiskan sekitar 30 tahun berjuang
dengan kekacauan dan menghabiskan waktu masuk dan keluar dari rumah
sakit, ia mulai pulih secara signifikan pada akhir 1980-an. Pada tahun
1994, John Nash menerima Penghargaan Nobel dalam Ilmu Ekonomi untuk
karya awalnya dengan "game theory".
4. Vincent van Gogh (1853 - 1890)
Lukisan-lukisan
Vincent van Gogh , seperti "Starry Night" dengan cepat dikenali dari
keunikan dan ekspresi sapuan kuas. Namun, itu tidak membuat van Gogh
mendapatkan popularitas sampai pada kematiannya. Tetapi sekarang ia
dianggap salah satu yang terbesar dalam sejarah pelukis

Kehidupan
Van Gogh sangatlah tersiksa. Hampir semua orang mengenalnya sebagai
seorang pelukis yang memotong sebagian telinganya sendiri. Dia diduga
kuat pernah "mabuk" terpentin dan pernah mencoba makan cat [sumber:
Mancoff]. Tragisnya, ia bunuh diri pada tahun 1890. Penulis D. Jablow
Hershman dan Dr Julian Lieb mengatakan dalam buku mereka "Manic Depresi
dan Kreativitas" bahwa van Gogh telah mengalami bipolar disorder. Dalam
bukunya "Touched with Fire" Dr Kay Redfield Jamison menemukan
kesimpulan yang sama. Dia juga membahas seni van Gogh dalam hubungan
dengan penyakit mental. Misalnya, ia mencatat bahwa pola musiman yang
khas dari suasana hati dan psikosis sejajar dengan produktivitas van
Gogh, yang juga bervariasi oleh musim. Sedangkan yang lain mengira ia
menderita skizofrenia
3. Edgar Allan Poe (1809 - 1849)
Terkenal
dari puisinya yang berjudul "The Raven" Edgar Allan Poe, seorang
penulis yang sering mengarang kisah-kisah detektif dan cerita horror.
Ia memiliki gaya penekanan yang kuat dan terstruktur dalam
cerita-ceritanya. "The Murders in the Rue Morgue", yang terbit tahun
1841, disebut-sebut sebagai kisah modern detective pertama.

Sekalipun
memiliki skill menulis, Poe terkenal sebagai seorang pemabuk, dari
surat-suratnya terungkap bahwa ia bermasalah dengan suicidal thoughts.
Tidak ada yang tahu penyebab dan banyak hal mengenai kematiannya di
umur 40 tahun, tapi mungkin karena sakit jantung yang disebabkan
kebiasaannya yang suka mabuk itu. Berdasarkan pengamatannya pada
surat-surat Poe, Kay Redfield Jamison berspekulasi bahwa Poe mengidap
manic-depressive, atau yang sekarang disebut bipolar disorder. Di dalam
bukunya, dia beranggapan kreatifitas yang dimiliki seorang Poe
berkembang dari sebuah kegilaan. Dia menulis "mind-sickness dapat
memunculkan cosmic-perspectif yang membuahkan kreatifitas mengalir
deras".
2. Ludwig van Beethoven (1770 - 1827)
Kontribusi
Beethoven di dunia musik sangat monumental. Kegairahannya dan
musikalitasnya yang begitu intensif dan cemerlang membawa musik
instrumental ke jenjang yang baru. Namun, sang komposer memiliki
kehidupan yang sukar. Ayahnya seorang pemabuk berat dan besar dalam
keluarga yang tidak harmonis sampai umur 18 tahun. Satu masalah tragis
yang dihadapinya adalah bahwa ia harus mulai kehilangan pendengarannya
sejak berumur sekitar 30 sampai 49 tahun, yang sepertinya dampak dari
pemukulan yang dilakukan ayahnya. Hebatnya, ia justru sanggup menggubah
karya2 masterpeace-nya saat ia benar-benar tuli.

Beethoven
beberapa kali menuliskan sejumlah surat kepada saudaranya, banyak dari
tulisan itu menceritakan keinginannya untuk bunuh diri.
Francois
Martin Mai berpendapat bahwa sang maestro terindikasi mengidap bipolar
depression, hal itu dituliskannya dalam buku "Diagnosing Genious". Mai
juga menduga kuat bahwa Beethoven banyak menghabiskan masa hidupnya
mengidap bipolar disorder.
1. Sir Isaac Newton (1642 - 1727)
With
numerous and far-reaching contributions to ph ysics and mechanics, Sir
Isaac Newton is universally known as a brilliant thinker. Indeed, polls
of both scientists and the public show an agreement that Newton even
surpasses Einstein in influence [source: The Royal Society]. Some of
his notable contributions include inventing calculus, explaining
"universal gravitation," developing laws of motion and building the
first reflective telescope.

Dengan
begitu banyaknya kontribusi di bidang fisika dan mekanika, Sir Isaac
Newton terkenal sebagai pemikir ulung. Memang, dari berbagai jajak
pendapat mengenai kedua ilmuwan ini menunjukkan bahwa publik sepakat
kalau Newton bahkan melebihi Einstein dalam hal pengaruh [sumber: The
Royal Society]
Menurut ensiklopedia Britannica Newton mengalami
psychotic tendencies dan mood swings. Selain itu, berbagai surat yang
dibuatnya menyimpulkan bahwa secara teoritis ia menderita skizofrenia
[sumber: Glover]. Ayah Newton meninggal sebelum ia lahir, dan ia
dipisahkan dari ibunya antara usia dua dan 11.Gangguan mental yang
dialaminya mungkin akibat dari trauma yang berkepanjangan akibat masa
kecilnya [sumber: Encyclopedia Britannica].
